HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Kencana dan Destana Jadi Pilar Utama Kecepatan Penanganan Banjir di Kabupaten Balangan

Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) terbukti menjadi penopang penting dalam upaya penanganan bencana banjir di Kabupaten Balangan. Kecepatan respons terhadap bencana tidak terlepas dari kesiapan aktif masyarakat yang telah dibina melalui kedua program ini.

(Sumber RRI Pro 1)

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa elemen krusial dalam mitigasi dan penanganan banjir di wilayahnya adalah kesiapsiagaan dan kesadaran tinggi dari masyarakat.

“Yang tidak kalah penting dalam penanganan banjir di Balangan adalah kesigapan dan kesadaran masyarakat yang telah dibina melalui program Kencana dan Destana sejak awal tahun lalu,” ungkap Rahmi dalam sebuah dialog, mengenai pentingnya ketangguhan berbasis komunitas.

Peran Sentral di Masa Tanggap Darurat

Selama masa tanggap darurat bencana, kontribusi dari aparat kecamatan dan desa yang merupakan bagian dari Kencana dan Destana terlihat sangat signifikan, dimulai sejak saat kejadian awal. Rahmi menyoroti bahwa partisipasi aktif dan kemandirian dari perangkat wilayah ini menjadi kekuatan utama BPBD Balangan dalam menghadapi situasi krisis.

Kesigapan mereka ditunjukkan melalui berbagai aksi cepat, yang meliputi:

  • Pembukaan posko darurat
  • Pengaturan distribusi logistik bantuan
  • Dukungan penuh untuk evakuasi korban
  • Kegiatan pembersihan pascabanjir

Berkat koordinasi yang solid ini, operasi penanganan di lapangan dapat berjalan dengan lebih efektif dan terstruktur.

Menguatkan Ketahanan di Fase Pemulihan

Meskipun telah melewati fase tanggap darurat dan kini memasuki masa transisi pemulihan, upaya penguatan program Kencana dan Destana dipastikan akan terus berlanjut. Fokus utama dari penguatan ini adalah mendukung percepatan pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

Rahmi menambahkan bahwa ketangguhan yang dibangun melalui program ini tidak hanya dibutuhkan ketika bencana sedang terjadi. Ketahanan ini juga sangat esensial pada fase pemulihan dan normalisasi kehidupan pascabencana. Oleh karena itu, masyarakat terus didorong untuk mempertahankan sikap mandiri dan berpartisipasi aktif, tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.

"Tentu akan terus kita perkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat dengan kemandiriannya serta dukungan pemerintah agar mampu tangguh menghadapi bencana dalam semangat gotong royong dan kebersamaan," tegasnya.

Strategi Jangka Panjang Penanggulangan Bencana

Selain fokus pada penguatan komunitas, Pemerintah Daerah Balangan juga terus memperkuat kesiapsiagaan jangka panjang. Hal ini diwujudkan melalui penyusunan kajian risiko bencana (KRB) dan peta rawan bencana yang lebih komprehensif.

Lebih lanjut, Rahmi menjelaskan bahwa rencana penanggulangan bencana (RPB) juga disusun secara terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Integrasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa upaya penguatan ketahanan bencana menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan daerah.

Post a Comment